Sabtu, 06 Maret 2010
TIngkatkan Keimanan, Peringati Maulid
Pada hari sebelumnya, telah diadakan penyisihan untuk lomba CCA, lomba kaligrafi dan juga lomba tilawatil quran. Antusias siswa dalam peringatan ini cukup baik terutama pada lomba CCA. Semua kelas X dan XI mengirimkan perwakilannya untuk megikuti penyisihan dan selanjutnya di ambil 3 besar sebagai finalis. Akhirnya terpilih 3 besar sebagai finalis yaitu kelas XI IA 7, XF, dan kelas XI IA 5 yang akan memperebutkan juara I,II dan III pada puncak peringatan.
Lomba tilawatil quran dilaksanakan bersamaan dengan penyisihan CCA yang terfokus di musholla SMANSA. Sebagai tim juri adalah Bapak Ihsan, Bapak Mahfud, Ibu Muntiamah, dan Bapak Nasori. Terlihat persiapan telah dilakukan oleh para peserta sejak pagi sambil menunggu lomba dimulai. Ada yang memperdalam hafalan ada juga yang memperbaiki bacaan sesuai surat yang telah dipilih.
Untuk lomba kaligrafi diadakan sore hari. Peserta yang mengikuti lomba diminta untuk mebuat akligrafi mereka dengan media kertas A3 yang bisa mereka kreasikan dengan kreatifitas mereka. Ada yang membawa pernak-pernik untuk menghiasi kaligrafi mereka , ada pula yang membawa bahan warna lain selain pewarna yang umum digunakan untuk menggambar. Mereka diberi waktu 2 jam untuk menyelesaikan kreasi mereka sebelum diberi penilaian oleh tim juri yaitu Bapak Ihsan, Bapak Taufik dan Bapak Sudarji. Aspek yang dinilai adalah ketepatan lafal, kreastifitas dan juga keindahan.
Peringatan puncak Maulid Nabi diadakan final lomba CCA dan juga ceramah agama. Ketiga finalis bersaing dalam 3 babak. Kecepatan berfikir dan menentukan jawaban serta kekompakan tiap tim diuji dalam final ini. Akhirnya, kelas XI IA 7 terpilih sebagai juara I, kelas XI IA 5 sebagai juara II dan kelas XF sebagai juara III.
Sebelum ceramah agama dimulai, para siswa dihibur oleh paduan sholawat dari Rohani Islam (ROHIS) SMANSA Tuban di bawah binaan Bapak Koesworo B.M.. Kemudian acara dibuka oleh lantunan ayat suci Al-quran oleh juara I lomba tilawatil qur’an. Ceramah agama kali ini disampaikan oleh Drs. Ainul Yakin yang bertemakan akhlaq generasi muda saat ini. Dalam ceramah agamanya banyak pesan moral yang mengajak generasi muda saat ini sadar akan hal-hal yang mereka lakukan yang sering bersinggungan langsung dengan agama supaya selalu berhati-hati dalam hal-hal tersebut. Puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H ditutup dengan doa oleh Bapak Mahfud untuk kesuksesan seluruh guru yang mendidik dan siswa yang belajar serta kesuksesan keluarga besar SMANSA.
Sabtu, 20 Februari 2010
BAHANA GITA SMANSA, Membahana Merdu Suara SMANSA

Bahana Gita, nama yang hampir menjadi legenda seiring berjalannya umur SMA Negeri 1 Tuban. Inilah kelompok paduan suara SMANSA yang menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar SMANSA Tuban. Dengan segenap prestasi yang pernah diraih sejak dibentuk tahun 1970, Bahana Gita bahkan menjadi kebanggaan bagi warga Tuban.
Beranggotakan siswa kelas X dan kelas XI sebagai "suara" utama dari Bahana Gita, mereka terus mengasah kemampuan dalam bidang tarik suara ini. Anggota Bahana Gita diseleksi berdasarkan jenis suara mereka. Sopran, bass dan jenis suara lainnya dikelompokkan. Latihan rutin seminggu sekali mereka lakukan di aula SMANSA.
Dibentuk sebagai wadah penigkatan bakat siswa, Bahana Gita SMANSA menajdi ekskul bagi para penggemar tarik suara. Di sini, mereka tidak hanya dilatih untuk menyanyi dengan baik, namun menyanyi dengan baik dalam sebuah kesatuan yang membutuhkan kekompakan.
Dengan bimbingan vocal dari Bapak Wawan dan juga binaan langsung dari Bapak Bambang Puji serta Bapak Koesworo, Bahana Gita sudah menapaki berbagai ajang kompetisi mulai tingkat kabupaten bahkan nasional dan salah satu yang sangat membanggakan adalah saat meraih Paduan Suara Terbaik tahun1990.
Segudang prestasi yang telah diraih Bahana Gita menjadikannya salah satu ekskul favorit di SMANSA. Suara mereka bekumandang setiap Senin saat bendera kebanggsaan dan kebanggaan kita, Merah Putih dikibarkan serta saat mengheningkan cipta mengenang pahlawan sebagai penampilan rutin mereka. Paduan suara SMANSA ini juga sering menjadi pengiring di upacara tingkat kabupaten, seperti saat Hari Pendidikan Nasional dan upacara lainnya.
Regenerasi terus dilakukan di Bahana Gita SMANSA, namun prestasi dan kualitas mereka tetap dipertahankan untuk tetap bisa menjadi kebanggaan. Untuk itu, pemupukan semangat dan motivasi diri yang tinggi selalu ditanamkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bekal utama bagi setiap anggota Bahana Gita SMANSA.
Kamis, 18 Februari 2010
Kan Jur SMANSA, Jujur? Siapa Takut?
Mendengar Kanjur mungkin tidak semua orang familiar dengan kata tersebut. Namun bagaiman dengan Kantin Kejujuran? Sebagian orang mungkin sudah pernah mendengar mengenai salah satu rencana di beberapa sekolah yang mendapat kepercayaan untuk menjalankan program ini.
Terbayang di benak kita, kantin ini tertata rapi. Siswa-siswi masuk ke kantin ini, mengambil jajanan, kemudian membayar sendiri dan mengambil sisa pembayaran mereka dengan tertib dan tentunya dengan jujur.
Gambaran di ataslah yang menjadi salah satu cita-cita diadakannya kantin kejujuran di sekolah-sekolah. Tidak ketinggalan SMANSA yang menjadi salah satu sekolah pilihan yang mendapat kepercayaan melaksanakan program ini. Di Tuban, SMANSA menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) pertama yang menjalankan program ini. Sebelumnya, pelaksanaan Kanjur ini telah dilaksanakan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kantin kejujuran di SMANSA sendiri sudah mulai beroperasi sejak seminggu yang lalu. Walau belum semua siswa menggunakan fasilitas ini, namun tidak sedikit yang sudah mencobanya. Hal ini mungkin karena yang disediakan di Kanjur adalah berupa jajanan ringan yang tidak perlu dibungkus lagi. Berbeda dengan kantin biasa yang menyediakan berbagai makanan berat seperti bakso dll.
Dari pihak sekolah sendiri, mengharapkan selain terciptanya kejujuran di kalangan siswa, Kanjur ini juga dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaa. Serta, bias mengajarkan hak dan kewajiban yang alami pada siswa dengan kesadaran mereka sendiri.
Mulai lah jujur, pada diri sendiri dengan perbuatan kita. Jujur, SMANSA SIAP!
English Day, English Beyond SMANSA
Sesaat upacara dimulai, saat protokoler upacara menyebutkan pembina untuk mengambil tempat dilapangan upacara, tidak seperti biasa hari Senin ini dimulai. Ibu Suprapti, Bu Kepsek tidak mengambil tempat. Begitu pula Pak Bambang Puji, Wakasek Kesiswaan yang biasanya bergantian dengan Pak Koesworo untuk menjadi pembina upacara kali ini bergeming di tempat. Tepuk gemuruh serentak mengiringi tiba-tiba sesaat Pak Suparlin mengambil tempat di mimbar pembina. Guru bahasa Inggris yang selalu segar dengan jokenya ini memang mendapat tempat tersendiri di kalangan siswa. Namun bukan itu yang sebenarnya yang menjadi alasan Pak Parlin menjadi pembina upacara pagi ini.
Pada amanat pembina oleh Pak Parlin, beliau membuka dengan sapaan, How are you today? Para peserta upacara pun menjawab dengan berbagai jawaban yang beragam. Nggak kompak memang. Karena kata Pak Parlin kita harus berkembang dengan jawaban pertanyaan itu, karena jawabannya bukan hanya I'm fine. Namun masih banyak jawaban lainnya. Selanjutnya, amanat beliau disampaikan dalam bahasa Inggris. Maka tersiratlah bahwa hari ini menjadi hari pertama pelaksanaan English Day di SMANSA.
English Day sendiri adalah agenda lama. Namun di tehun 2010 ini, pertama dilaksanakan hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan menyongsong gelar SBI SMANSA. Untuk permulaan saat ini, dilaksanakan 2 hari seminggu. Yaitu, Senin dan hari Kamis. Namun, ke depannya akan digilir dengan hari lain dan lebih ditingkatkan intensitasnya.
Pelaksanaannya sendiri bukan hanya terfokus pada siswa, namun juga kepada seluruh warga sekolah termasuk guru, staf dan karyawan. Diharapkan, kedepannya semua warga SMANSA bisa menggunakan bahasa inggris dengan lancar dan benar. Di kalangan siswa sendiri, mereka dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 5 orang teman sepergaulan. Mereka diminta untuk saling memberi masukan satu dengan yang lain menenai penggunaan bahasa inggris sehari-hari. Selanjutnya, pelaksaan awal ini akan dievaluasi dengan mengadakan berbagai kegiatan yang menunjang.
Di SMANSA sendiri, penggunaan Bahasa Inggris yang notebene bahasa penghubung dunia sendiri bukan hal yang baru. Guru-guru sendiri telah diberi kursus Bahasa Inggris dan pelaksanaan KBM di kelas sudah menggunakan bilingual. Terutama untuk pelajaran MIPA. Jadi hampir semua warga SMANSA sudah terbiasa dengan bahsa Inggris yang mana selain mendapat pelajaran utama di kelas, mereka juga mendapat english course. Penerapannya juga digunakan siswa untuk menjalani sertifikasi yang diadakan oleh Cambrige University yang menggunakan Bahasa Inggris.
So, what we waiting for? How are you today? Great!
Senin, 18 Mei 2009
PASGASSUS,Tegas, Cerdas, Lugas!!!
Pasukan Petugas Khusus atau yang lebih dikenal dengan PASGASSUS adalah sebuah pasukan khusus di SMA Negeri 1 Tuban yang terlatih dalam PBB dan disiapkan untuk mengikuti acara-acara seperti Upacara Hari Besar dan Upacara penting di sekolah. Eksistensi PASGASSUS menjadi sangat membanggakan dengan beberapa prestasi. Selain menjadi pengirim wakil wajib pada Paskib Kabupaten Tuban, PASGASSUS juga menorehkan beberapa prestasi yaitu juara 1 dan 3 lomba gerak jalan umum Kabupaten Tuban 2007 dan Juara 2 Lomba PBB tingkat Provinsi Jawa Timur 2009.
Minggu, 17 Mei 2009
Sacrifice!!!!OSIS SMANSA
Sacrifice!!! O8-O9!!!!! Eigto Neno!!!
Sorak 40 anak yang membentuk lingkaran di tengah lapangan. Sebuah ritual turun-temurun dari Sacrifice SMANSA Tuban sebelum atau setelah memulai kegiatan. Sebuah ritual sederhana, mengandung banyak arti dan dan sarat manfaat. Memupuk rasa kebersamaan, rasa persatuan, pembangkit semangat, pengait kekompakan. Itulah sedikit dari arti ritual Sacrifice.
Mungkin banyak yang tidak mengerti apa sih Sacrifice?
Sacrifice adalah nama khas atau nama khusus bagi batalyon OSIS SMA Negeri 1 Tuban. Sacrifice yang berarti "pengorbanan" atau bahasa lain "tumbal", memiliki arti penting bagi segenap keluarga besar batalyon Sacrifice, sama ada yang masih menjabat ataupun yang telah purna. Pengorbanan yang dimaksud adalah kesediaan para Sacrificer untuk melakukan kegiatan (baca:bekerja) dengan waktu dan tenaga serta pikiran yang harus dibagi dengan kegiatan lain sebgai siswa.
Sacrifice di SMAN 1 Tuban memiliki struktur organisasi yang hampir sama dengan OSIS di sekolah lain sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan. Memiliki 8 pengurus harian yang terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 2. Kemuadian Sacrifice memiliki 32 anggota lain yang dibagi dalam 8 Kasie yaitu :KTTYME, Wawasan Kebangsaan, Wawasan Keilmuan, Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur, Berorganisasi, Politik dan Kepemimpinan, Ketrampilan dan Kewirausahaan, Persepsi, Apresiasi dan Daya Kreasi Seni, serta Kesegaran Jasmani. Setelah itu di tiap Kasie dibagi lagi menjadi beberapa Subsie dan Wakil Kasie. Subsie-subsie di Sacrifice antara lain Subsie Pendidikan, Subsie Agama Islam, Subsie Pramuka, Wakil Ketua PADKS, dll.
Sacrifice memiliki program kerja yang berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah ditetapkan. Program kerja Sacrifice terdiri dari program tiap Kasie dan juga terdapat 1 program untuk Kegiatan Khusus yaitu untuk HUT SMANSA.
Sacrifice memiliki Janji OSIS yang mana janji ini menjadi pegangan tiap Sacrificer dalam melaksanakan tugasnya. Janji OSIS :
Atas dasar kehormatan, kami berjanji:
- Akan menjalankan kami selaku Pengurus OSIS dengan sebaik-baiknya
- Akan menjalankan semua ketentuan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dengan penuh tanggung jawab, sebagai amal bakti kami kepada Sekolah, Bangsa dan Negara
- Akan menjalankan semua tugas kami dengan jiwa Persatuan dan Kesatuan, atas dasar kekeluargaan, demi tercapainya tujuan organisasi kami.
Dari janjinya, dapat dilihat bahwa Sacrfice adalah sebuah organisasi yang mengedepankan rasa kekeluargaan. Rasa inilah yang membangun kebersamaan, kesadaran, kekompakan dan saling menghargai di dalam Keluarga Besar Sacrifice.
Dapat dipastikan bahwa para Sacrificer nantinya akan memiliki pengalaman dalam menghadapi tantangan, lebih kuat dari sisi mental serta memiliki jiwa demokratis. Para Sacrificer ini dilatih merencanakan, melakukan dan mengevaluasi sebuah kegiatan secara mandiri. Sistem regenerasi yang terus-menerus dilakukan dalam Sacrifice, memberi peluang bagi semua pengurus untuk menimba pengalaman yang sama. Pengambilan setipa keputusan yang besar dilakukan dengan rapat-rapat yang dihadiri semua pengurus.
Selain memiliki nama khusus untuk Batalyonnya, OSIS SMAN 1 Tuban juga memiliki nama khusus untuk Sacrifice di tiap periode. Sebagai contoh, untuk Periode 2007-2008 nama kepengurusannya adalah Nona_Meo (link to KETOS o7-08), sedangkan untuk periode 2008-2009 adalah Eigto_Neno(link to KETOS 08-09). Nama ini adalah nama unik yang mereka tentukan sendiri serta menjadi kebanggaan untuk tiap periodenya.
Sacrifice juga memiliki lagu kebangsaan mereka sendiri yaitu Mars OSIS, yang menggambarkan semangat, tekad dan tujuan mereka di OSIS.
(SACRIFICE SMANSA TUBAN)
Hanya tuk OSIS SMANSA
Dengan semboyan dasarmu kau berikan pengorbanan
Yang tulus dan mulia
Sacrifice, Sacrifice,
Semboyan kita
Kan wujudkan misi sekolah
Oh wahai OSIS pantang menyerah
Berjiwa perwira
Waktu, keluarga, privasi, materi, tenaga, pikiran
Kau korbankan juga
Demi mengabdi pada organisasi sekolah
Dan meraih semua cita
Sacrifice, Sacrifice,
Semboyan kita
Kan wujudkan visi sekolah
Tetap tabah dalam kinerja
Jayalah terus OSIS SMANSA
Jayalah terus OSIS SMANSA
Jayalah terus OSIS SMANSA
(Sacrifice Periode 2009-2010 mengajak seluruh alumni SMA N 1 Tuban khususnya para Sacrificer untuk berpartisipasi dalam Reuni Akbar SMANSA dan The Golden SMANSA. Informasi lebih lanjut hubungi SMA Negeri 1 Tuban, website:smansatuban.com, email:smansatuban@yahoo.co.id dan telepon (0356) 321272)



